Pubalgia Penyebab Gejala Mencegahnya

Pubalgia Penyebab Gejala Mencegahnya

Pubalgia Penyebab Gejala Mencegahnya – Pubalgia Penyebab Gejala Mencegahnya

Pulbagia atau juga di kenal sebagai athletic pulbagia atau sorts hernia, ini adalah kondisi nyeri kronis pada area slangkanagan dan perut bawah yang sering terjadi pada atlet, Meski di sebut hernia, kondisi ii sebenarnya tidak selalu melibatkan tonjolan seperti hernia inguinalis.

Cidera ini belakangan ramai di bicarakan setelah sejumlah atlet profesional mengalami kondisi serupa. Meski tidak sepopuler cidera ACL atu patah tulang, pulbagia menjadi salah satu cidera yang paling di takuti karena dapat menurunkan performa secara signifikan dan berpotensi menjadi keluhan kronis jika tidak di tangani dengan tepat.

Apa Itu Pulbagia?

Pulbagia adalah cidera otot, tendon, atau ligamen di sekitar tukang pubis area pertemuan antara otot perut bagian bawah.

Pulbagia dapat dialami oleh atlet maupun non-atlet, tetapi risikonya lebih tinggi pada olahraga yang melibatkan srpintm rotasi, dan perubahan arah cepat seperti bola, rugby, hoki, dan atletik.

Beberapa mitos menyebutkan pulbagian di sebabkan oleh aktivitas seksual yang berlebihan. Pdahal, secara ilmiah hal tidak ini tidak terbukti.
Pulbagia murni terjadi akibat tekanan biomekanis dan ketidakseimbangan otot panggul, bukan karena hubungan seksual.

Gejala Pulbagia

Pulbagia termasuk cidera yang sulit di diagnosa karena lokasinya kompleks dan gejalanya mirip dengan adducit strain,osteitis pubis, cidera otot perut, femoroacetabular impingement. Gejala pulbagia sering berkembang perlahan dan memburuk saat aktivitass, meliputi:

  • Nyeri pada selangkangan dan perut bawah
  • Nyeri yang muncul saat sprint, menendang, cutting, sit up atau gerakan memutar.
  • Nyeri menular ke paha dalam, perineum, atau skrotum.
  • Keluhan membaik saat istirahat, tetapi sering kambuh saat kembali berolahraga.
  • Nyeri menjalar ke pangkal paha, paha bagian dalam, atau perut bawaah.

Tanpa pemeriksaan radiologis seperti MRI atau USG dinamis, pulbagia sering terlewatkan dan dianggap cidera ringan. Padahal, hal ini bisa berkembang menjadi kronis jika di biarkan.

Baca juga : Cara Menjaga Kesehatan Gigi

Penyebab Utama Cidera Pulbagia

Berdasarkan penelitian terbaru, pulbagia berasal dari dua mekanisme utama yang saling berkaitan yaitu:

1. Cidera otot dan tendon

Hal ini terjadi ketika otot perut bagian bawah dan otot paha dalam menarik tulang kemaluan ke arah yang berlawanan, sehingga menimbulkan Tug of war yang bisa menyebabkan robekan kecil berulang.

2. Kelemahan dinding posterior inguinal

Robekan otot dapat melemahkan lapisan penyangga di area selangkangan melemah. Akibatnya, bagian tesebut bisa sedikit menonjol saat mengejan, tetapi tidak sampai membuat organ di dalam keluar seperti pada hernia sungguhan. Meski begitu, kondisi tetap bisa memperparah rasa nyeri.

Cara Menjaga Kesehatan Gigi

Cara Menjaga Kesehatan Gigi –  Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Agar Terhindar dari Penyakit

Apa Itu Kesehatan GIgi dan Mulut

Kesehatan gigi dan mulut adalah kondisi ketika gigi, gusi, lidah, dan seluruh slot qris rongga mulut terjaga kebersihan serta fungsinya dengan baik. Mulut merupakan gerbang utama bagi makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh, sekaligus organ yang berperan penting dalam proses pencernaan.

Saat makanan masuk, sebagian akan tertinggal dalam mulut. JIka tidak di bersihkan, sisa tersebut bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri. Oleh kerena itu, kesehatan mulut tidak hanya berikaitan dengan keindahan senyum ataupun napas segar saja, tetapi juga sangat menentukan kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Akibat Tidak Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Mengabaikan kebersihan mulut dan gigi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, hal yang sering muncul di antaranya:

  • Bau mulut, terjadi karena sisa makanan membusuk di dalam mulut atau akibat kebiasaan merokok
  • Gigi berlubang, akibat menumpuknya plak yang mnegikis email gigi.
  • Roda gusi, bila tidak di atasi bisa berkembang menjadi periodontitis yang membuat gigi goyah hingga tanggal.
  • Abses gigi, infeksi serius yang menyebabkan penumpukan nanah di gigi dan gusi.
  • Karang gigi, penumpukan plak yang mengeras, sulit di besihkan tanpa bantuan dokter.

Dalam kasus yang lebih serius, kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, hingga infeksi berbahaya yang menyebar ke seluruh tubuh.

Baca juga : www.harvesthealth.store

Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Perawatan gigi dan mulut sebaiknya di lakukan setiap hari secara konsisiten. Beberapa langkah yang bisa di terapkan antara lain:

  • Menyikat gigi dengan benar minimal dua kali sehari, terutama setelah sarapan dan sebelum tidur. GUnakan pasta gigi berfuoride agar gigi lebih kuat.
  • Flossing atau membersihkan sela gigi dengan beang gigi untuk mengangkat kotoran yang tidak bisa di jangkau sikat.
  • Menggunakan obat kumur unutk membunuh bakteri penyebab bau mulut dan plak
  • Mengurangi makanan manis dan asam karena bisa mempercepat kerusakan gigi.
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol, karena zat di dalamnya dapat merusak gigi, gusi, dan meningkatkan risiko kanker mulut.
  • Rutin periksa ke dokter gigi mnimal setiap enam bulan sekali untuk deteksi dini masalah gigi.
  • Mengganti sikat gigi secara berkala, sekitar tiga bulan sekali, agar fungsinya tetap optimal.

Jaga kesehatan mulut dan gigi kita sejak dini agar tidak menyesal di kumudian hari, tetap sikat gigi dengan rutin.

Exit mobile version